SAP Tonsilitis

Posted: 5 November 2012 in Uncategorized

Bidang Studi :
Topik :
Sasaran :
Tempat :
Hari/Tanggal :
Waktu : 1 x 30 menit

I. Tujuan Instruksional Umum
Pada akhir proses penyuluhan, Anak dapat mengetahui makanan bergizi yang perlu dikonsumsi untuk tumbuh kembang anak tersebut.

II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan orang tua dapat :
1. Menyebutkan definisi/pengertian Tonsilitis
2. Menyebutkan tanda dan gejala Tonsilitis
3. Menyebutkan pencegahan dan penanganan Tonsilitis

III. Sasaran

IV. Materi
• Menyebutkan definisi/pengertian Tonsilitis
• Menyebutkan tanda dan gejala Tonsilitis
• Menyebutkan pencegahan dan penanganan Tonsilitis

V. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

VI. Media
• Leaflet

VII. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
• Peserta hadir ditempat penyuluhan
• Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di kelas
• Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
• Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
• Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
• Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
• Anak mengetahui tentang jenis nutrisi yang diperlukan
• Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 20 Anak

VIII. KEGIATAN PENYULUHAN

No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA
1. 2
Menit Pembukaan :
• Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
• Menyebutkan materi yang akan diberikan
• Menjawab salam

• Mendengarkan
• Memperhatikan
• Memperhatikan
2. 20
Menit Pelaksanaan :
• Menjelaskan tentang pengertian amandel
• Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya
• Menjelaskan tanda dan gejala amandel
• Menjelaskan pencegahan dan penanganan Tonsilitis
• Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya
• Memperhatikan

• Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
• Memperhatikan
• Memperhatikan

• Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
3. 7
Menit Evaluasi :
• Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada orang tua yang dapat menjawab pertanyaan.

• Menjawab pertanyaan
4. 1
menit Terminasi :
• Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta.
• Mengucapkan salam penutup
• Mendengarkan

• Menjawab salam

IX. DAFTAR PUSTAKA

Adams, George L. 1997. BOISE Buku Ajar Penyakit THT. Jakarta:EGC

Soeparman dkk,1987 Ilmu Penyakit Dalam , Ed 2, Penerbit FKUI, Jakarta

Brunner & Suddarth. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2, Jakarta, EGC, 2002

Materi Penyuluhan

1. Pengetian
Amandel (Tonsilitis) adalah suatu peradangan pada hasil tonsil (amandel), yang sangat sering ditemukan, terutama pada anak-anak (Firmansriyono, 2006).
Amandel (Tonsilitis) adalah inflamasi dari tonsil yang disebabkan oleh infeksi (Harnawatiaj, 2006).

2. Klasifikasi
Macam-macam tonsillitis menurut Imam Megantara (2006)
a. Tonsillitis akut
Disebabkan oleh streptococcus pada hemoliticus, streptococcus viridians, dan streptococcus piogynes, dapat juga disebabkan oleh virus.
b. Tonsilitis falikularis
Tonsil membengkak dan hiperemis, permukaannya diliputi eksudat diliputi bercak putih yang mengisi kipti tonsil yang disebut detritus.
Detritus ini terdapat leukosit, epitel yang terlepas akibat peradangan dan sisa-sisa makanan yang tersangkut.
c. Tonsilitis Lakunaris
Bila bercak yang berdekatan bersatu dan mengisi lacuna (lekuk-lekuk) permukaan tonsil.
d. Tonsilitis Membranosa (Septis Sore Throat)
Bila eksudat yang menutupi permukaan tonsil yang membengkak tersebut menyerupai membran. Membran ini biasanya mudah diangkat atau dibuang dan berwarna putih kekuning-kuningan.
e. Tonsilitis Kronik
Tonsillitis yang berluang, faktor predisposisi : rangsangan kronik (rokok, makanan) pengaruh cuaca, pengobatan radang akut yang tidak adekuat dan hygiene mulut yang buruk.

3. Penyebab
Menurut Firman S (2006), penyebabnya adalah infeksi bakteri streptococcus atau infeksi virus.
Tonsil berfungsi membantu menyerang bakteri dan mikroorganisme lainnya sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi. Tonsil bisa dikalahkan oleh bakteri maupun virus, sehingga membengkak dan meradang, menyebabkan tonsillitis.

4. Tanda dan Gejala
 Tengorokan terasa kering, atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher)
 Nyeri saat menelan (nelan ludah ataupun makanan dan minuman) sehingga menjadi malas makan.
 Nyeri dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga.
 Demam, sakit kepala, kadang menggigil, lemas, nyeri otot.
 Dapat disertai batuk, pilek, suara serak, mulut berbau, mual, kadang nyeri perut, pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar limfe) di sekitar leher.
 Adakalanya penderita tonsilitis (kronis) mendengkur saat tidur (terutama jika disertai pembesaran kelenjar adenoid (kelenjar yang berada di dinding bagian belakang antara tenggorokan dan rongga hidung).
 Pada pemeriksaan, dijumpai pembesaran tonsil (amandel), berwarna merah, kadang dijumpai bercak putih (eksudat) pada permukaan tonsil, warna merah yang menandakan peradangan di sekitar tonsil dan tenggorokan.

5. Pencegahan Tonsilitis
Tak ada cara khusus untuk mencegah infeksi tonsil (amandel). Secara umum disebutkan bahwa pencegahan ditujukan untuk mencegah tertularnya infeksi rongga mulut dan tenggorokan yang dapat memicu terjadinya infeksi tonsil.
Uupaya yang dapat dilakukan adalah:
a. Mencuci tangan sesering mungkin untuk mencegah penyebaran mikro-organisme yang dapat menimbulkan tonsilitis.
b. Menghindari kontak dengan penderita infeksi tanggorokan, setidaknya hingga 24 jam setelah penderita infeksi tenggorokan (yang disebabkan kuman) mendapatkan antibiotika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s